,
Friday, 10/June/2011

Dari Mimbar Jumat: Hidayah, Harta Tak Ternilai

koko1 - Save & Share - One Comment

Ditimpa masalah adalah natural pada kehidupan manusia. Bimbingan untuk menyelesaikan setiap persoalan hidup ada dalam Al Quran.

“Barangsiapa yang taqwa kepada Allah, Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dari persoalannya,” demikian firman-Nya, “Dan Dia akan memberimu rizki melalui jalan yang tidak disangka-sangka.”

Memberi hidayah adalah hak prerogatif Allah. Khatib memberi contoh pada kehidupannya. Ayahandanya menutup mata masih dalam keadaan beragama Buddha, betapapun sudah cenderung hatinya kepada Islam. Khatib sendiri memutuskan untuk memeluk Islam setelah mempelajarinya saat mengikuti pelajaran agama Islam di sekolahnya. Sementara kakaknya yang nomor empat sudah memeluk semenjak kanak-kanak, setelah diangkat anak dalam sebuah keluarga muslim.

Hidayah hanya bisa datang dari Allah. Betapa banyaknya contoh di mana anaknya muslim sementara orangtua ingkar, seperti contoh Nabi Ibrahim Khalilullah dan ayanya Azaar, produsen berhala. Ada juga contoh orangtua muslim, sementara anak ingkar, seperti contoh Nabi Nuuh a.s. dan putranya. Ada juga contoh dimana suami muslim, sementara istrinya ingkar, seperti contoh Nabi Luth a.s. dengan istrinya, atau istri muslim sementara suami ingkar, seperti contoh Asyiyah dan suaminya Firaun. Sementara Rasulullah SAW sendiri, betapa pun banyak ia berdoa, tidak bisa mengislamkan pamannya Abu Jahal. Bahkan Abu Thalib, pamannya yang lain, tetap dalam kekafirannya meskipun dalam hidupnya ia membela perjuangan Rasulullah SAW.

Manusia dikaruniai hidayah dalam 4 tingkatan:
1. Hidayah berupa instinct atau naluri (thabi’iyyah).
2. Hidayah berupa panca indera.
3. Hidayah berupa akal (aqliyyah).
4. Hidayah berupa petunjuk agama (diniyyah).

www.kokoliem.com
(Dikutip dari Ceramah Sholat Jumat Koko Liem di Wisma Nusantara Gedung Annex)

Baca juga:

One Response to “Dari Mimbar Jumat: Hidayah, Harta Tak Ternilai”

Comment from Chasmine
Time August 24, 2011 at 9:50 am

Now we know who the senislbe one is here. Great post!

Tulis Komentar